BEKALI SISWA DENGAN PEMAHAMAN, DENSUS 88 SOSIALISASIKAN PENCEGAHAN PAHAM IRET

0

Satgaswil Bali Densus 88 Antiteror Polri menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan paham IRET dan kekerasan di SMPN 14 Denpasar pada Jumat 4 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada lingkungan pendidikan mengenai pentingnya mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme serta berbagai bentuk kekerasan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan program kerja Satgaswil Bali Densus 88 AT Polri dalam penanganan radikalisme dan terorisme melalui pendekatan persuasif. Pelaksanaan sosialisasi juga merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 mengenai pemberantasan tindak pidana terorisme. Hal tersebut tercantum dalam surat permohonan sosialisasi yang ditujukan kepada Kepala SMPN 14 Denpasar.

Sosialisasi yang diselenggarakan di lingkungan SMPN 14 Denpasar ini ditujukan sebagai sarana edukasi bagi warga sekolah. Melalui pendekatan persuasif, kegiatan diharapkan dapat membantu siswa memahami pentingnya bersikap bijak dalam menghadapi berbagai pengaruh di lingkungan sekitar maupun di ruang digital.

Pemilihan lingkungan sekolah sebagai tempat pelaksanaan kegiatan juga menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran sejak dini. Siswa sebagai generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk mengenali berbagai pengaruh negatif serta memahami pentingnya menjaga toleransi, menghargai perbedaan, dan menghindari tindakan kekerasan.

Dalam pelaksanaannya, Satgaswil Bali Densus 88 AT Polri berkoordinasi dengan pihak SMPN 14 Denpasar untuk mendukung kelancaran kegiatan. Surat tersebut juga mencantumkan BRIPTU Sadewa sebagai pihak yang ditugaskan untuk melakukan koordinasi lebih lanjut terkait pelaksanaan kegiatan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan siswa SMPN 14 Denpasar tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pencegahan paham IRET dan kekerasan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap saling menghargai, terbuka terhadap perbedaan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau ajakan yang mengarah pada kekerasan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan harmonis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *