BUKAN SEKEDAR JUARA, TETAPI SEBUAH PERJALANAN

Prestasi tidak selalu tentang menjadi yang pertama. Di balik setiap pencapaian, ada keberanian untuk mencoba, proses untuk berkembang, dan pengalaman yang layak dihargai. Siswa-siswi SMPN 14 Denpasar kembali menunjukkan kemampuan mereka melalui berbagai kompetisi, baik di bidang olahraga, seni, maupun keterampilan. Lima pencapaian berikut menjadi bukti bahwa setiap langkah dalam perjalanan meraih prestasi memiliki cerita dan maknanya sendiri.
Suara, ekspresi, dan kemampuan membawakan cerita mengantarkan Komang Radjata Arhkya Damarajaya, siswa kelas 9F, meraih Harapan 1 dalam Lomba Mendongeng FLS3N se-Kota Denpasar yang berlangsung pada 12 Mei 2026. Bagi Radjata, pencapaian tersebut bukan sekadar hasil dari sebuah perlombaan, tetapi juga pengalaman yang membuka langkahnya untuk terus mengembangkan kreativitas. “Saya merasa sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Lomba ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Hal ini menjadi langkah awal bagi kita semua dalam mewujudkan kreativitas dalam berbagai bidang, baik kesenian, sains, maupun olahraga.”
Pengalaman di dunia seni tersebut menjadi salah satu cara bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan dan keberanian mereka. Namun, perjalanan menuju prestasi juga dapat hadir dari bidang yang menuntut kesiapan fisik dan mental. Made Aryendra Dananjaya, siswa kelas 8C, berhasil meraih Juara 2 O2SN Provinsi cabang Pencak Silat yang berlangsung pada 30 Juni–2 Juli 2026. Menjelang pertandingan, rasa tegang, takut, dan lelah sempat dirasakan Endra. Namun, ia mengimbanginya dengan latihan yang intens dan tetap menjaga optimisme untuk memberikan hasil terbaik. “Saya sangat tegang, takut, dan capek. Meskipun begitu, saya tetap optimis untuk mendapatkan juara dan mengimbanginya dengan latihan yang intens. Hasilnya, kerja keras yang saya lakukan membuahkan hasil yang saya harapkan.” Bagi Endra, pengalaman tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda dan potensi yang dapat terus dikembangkan. “Gali potensi kalian karena setiap orang memiliki potensi yang berbeda. Semua pasti bisa jika ditekuni dan jangan mudah menyerah.”
Endra mengasah kemampuannya melalui latihan dan pertandingan, perjalanan menuju prestasi berikutnya ditempuh melalui rangkaian seleksi di bidang akademik. Kesempatan untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi menjadi pengalaman tersendiri bagi seorang siswa kelas 9. Ni Kadek Ratih Sintia Ema, siswa kelas 9B, berhasil lolos ke tahap OSN-P bidang IPA setelah mengikuti OSN-K. Tahap OSN-P tersebut berlangsung pada 27–29 Juli 2026. Pada tahap sebelumnya, peserta tidak diberikan urutan peringkat, sehingga kelolosan menuju tingkat provinsi menjadi pencapaian tersendiri bagi Ratih. “Saya tidak menyangka bisa lolos ke tahap OSN-P dan senang bisa merasakan suasana OSN-P.” Bagi Ratih, pengalaman tersebut menjadi langkah untuk berani mencoba sesuatu yang baru. Pesannya pun sederhana, tetapi menjadi pengingat bagi siapa pun yang masih ragu untuk memulai. “Jangan takut untuk mulai.”
Dari bidang akademik, perjalanan prestasi kembali membawa siswa menuju panggung seni. Kali ini, kemampuan dalam mengolah gerak dan membawakan tarian menjadi bagian dari perjuangan untuk membawa nama sekolah. Gerak yang lincah dan ketekunan dalam berlatih mengantarkan Recel Winata, siswa kelas 9B, meraih Juara 2 dalam Lomba Tari Margapati yang berlangsung pada 28 Juli 2026. Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Recel karena ia dapat membawa nama SMPN 14 Denpasar dalam kompetisi tersebut. “Bangga dan bersyukur banget bisa membawa nama sekolah. Juara 2 ini bukan akhir, tapi awal untuk latihan lebih giat lagi.” Bagi Recel, pencapaian tersebut juga bukan sekadar hasil perlombaan, tetapi kesempatan untuk mendorong diri sendiri dan teman-teman agar berani tampil serta mencoba hal baru. “Semoga bisa menjadi motivasi buat kita semua untuk berani tampil, berani mencoba hal baru, dan terus berkarya.”
Semangat untuk berani tampil dan mencoba hal baru kembali terlihat dalam kompetisi lainnya. Kali ini, kemampuan berbicara dan membawa sebuah acara dengan bahasa daerah menjadi ruang bagi dua siswa SMPN 14 Denpasar untuk menunjukkan kemampuan mereka. Dua siswa SMPN 14 Denpasar berhasil menorehkan prestasi dalam Lomba MC Bahasa Bali Tingkat SMP se-Bali di SMK Negeri 5 Denpasaryang berlangsung pada 11–12 Agustus 2026. Made Ayu Sri Kartikasari, siswa kelas 9B, berhasil meraih Juara 3, sementara Kadek Galih Satya Nugraha, siswa kelas 7A, berhasil meraih Juara 2. “Pastinya saya senang karena bisa mendapatkan juara 3 dan bangga kepada diri sendiri karena sudah bisa mencapai hal tersebut. Jangan pernah putus asa, teruslah mencoba, mencari pengalaman baru, dan selalu nikmati proses kalian,” ujar Ayu Sri. Sementara itu, Galih mengaku tidak menyangka dengan hasil yang diraihnya. “Pastinya senang banget dan nggak nyangka. Keberhasilan tidak dapat dicapai hanya dengan mimpi, melainkan dengan seberapa jauh kita melangkah.”
Kelima pencapaian ini hadir dari bidang dan proses yang berbeda, tetapi semuanya berawal dari keberanian untuk mengambil kesempatan. Dari mendongeng, bertanding, mengikuti seleksi akademik, menari, hingga membawakan acara dalam bahasa Bali, setiap pengalaman memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal kemampuan dan terus mengembangkannya. Semoga setiap pencapaian yang telah diraih menjadi langkah berikutnya untuk terus mencoba, berkarya, dan melangkah lebih jauh.