PRESTASI SFORTEEN SEPANJANG MEI HINGGA AGUSTUS

Bukan sekadar membawa pulang penghargaan, setiap kemenangan menyimpan cerita tentang usaha, keberanian, dan proses yang dilalui para siswa. Berbagai kompetisi berhasil menjadi ruang bagi siswa-siswi SMPn 14 Denpasar untuk menunjukkan kemampuan mereka, hingga menghasilkan sejumlah pencapaian membanggakan. Dari kerja sama dalam sebuah tim hingga keberanian menghadapi lawan yang lebih berpengalaman, lima prestasi berikut hadir dengan cerita kemenangan yang berbeda.
Delapan siswa yang tergabung dalam tim Pramuka, yakni Kadek Putra Mahendra Deinata (9A), Dewe Ngakan Made Adhigana Weda (8C), I Made Harry Sethyadana (9A), I Made Juna Rivenndra Gestadi (9B), I Komang Agus Bendiananta Putra Utama (9A), I Made Jovan Daniswara Yasa (8A), I Gusti Ngurah Denitra Devanendra (8F), dan I Gusti Bagus Ravindra Kalyana Wijaya (9C), berhasil meraih Juara Umum 1 dalam Lomba Tingkat 3 pada 9–13 Juni 2026. Berhadapan dengan berbagai tantangan selama perlombaan, tim ini membawa semangat untuk tetap bertahan hingga akhir. “Meskipun sedang di medan perang, kita harus tetap semangat, apa pun hasilnya. Jangan pernah sekali pun menyerah, karena menyerah tidak akan membuahkan hasil.”
Dari semangat yang dibangun bersama selama perlombaan, langkah para siswa kemudian berlanjut ke bidang yang menuntut kemampuan lain. Kali ini, enam siswa menyatukan ide dan kemampuan mereka dalam sebuah kompetisi sains. Enam siswa yang tergabung dalam tim JAVORA, yaitu Ni Kadek Aolina Saraswati Prastya (9A), Ni Komang Kirana Chintya Dewi (9A), Kadek Ayu Tifani Felicia (9A), Anak Agung Istri Chandani Jinarpatni (9E), Ni Luh Rai Citra Puspita Sari (9A), dan Putu Ayu Parwati Ashya Rindutjiva (9E), berhasil meraih Gold Medal pada kategori Innovation Science dalam ajang Bali International Science Fair (BISF) yang berlangsung secara luring di Universitas Warmadewa pada 19–22 Juni 2026. Mengikuti kompetisi secara luring membuat keenam anggota tim harus mempersiapkan diri sekaligus menjaga kekompakan. Rasa tegang yang muncul di awal perlombaan perlahan berubah menjadi semangat dan rasa percaya diri. “Selama mengikuti lomba BISF, kami merasakan berbagai pengalaman yang sangat berkesan dan bermakna. Awalnya kami merasa tegang dan gugup karena harus mempersiapkan diri serta memberikan hasil terbaik sebagai sebuah tim. Namun, seiring berjalannya perlombaan, rasa tegang tersebut berubah menjadi semangat, antusiasme, dan rasa percaya diri. Kami bangga karena dapat bekerja sama, saling mendukung, dan menghadapi setiap tantangan bersama.” Bagi tim JAVORA, keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses yang mereka jalani bersama. “Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses, usaha, kekompakan, dan kerja sama dalam sebuah tim. Kami belajar untuk saling menghargai pendapat, membagi tugas dan tanggung jawab, serta memberikan dukungan ketika menghadapi kesulitan. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal untuk terus meningkatkan kemampuan dan menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.”
Setelah melewati proses panjang bersama sebuah tim, tantangan berikutnya hadir dalam bentuk pertandingan yang mempertemukan seorang siswa dengan lawan-lawan yang memiliki pengalaman lebih jauh. Di sinilah keberanian dan rasa percaya diri kembali diuji. Ni Ketut Putriutami Nirmalasari, siswa kelas 8E, berhasil meraih Juara 1 kategori Triple Mix dalam Turnamen Gateball Piala Gubernur Bali 2026yang berlangsung pada 6–8 Agustus 2026. Menghadapi lawan yang sebagian merupakan atlet Porprov dan PON membuat pengalaman tersebut tidak lepas dari rasa tegang. Namun, Putriutami tetap berusaha memberikan penampilan terbaiknya. “Perasaan saya campur aduk saat mengikuti turnamen karena lawan-lawan saya adalah atlet Porprov dan PON, sedangkan saya belum pernah mengikuti Porprov maupun PON. Di sisi lain, saya senang karena mendapat pengalaman baru. Saat bertanding, Astungkara saya dapat memberikan yang terbaik walaupun sempat merasa grogi.” Hasil yang diraihnya bahkan berada di luar perkiraan Putriutami, terlebih karena turnamen tersebut menjadi pengalaman mengikuti lomba internasional pertamanya. “Ketika mendapatkan gelar juara 1, saya benar-benar tidak menyangka karena ini merupakan pengalaman mengikuti lomba internasional pertama saya.” Pengalaman menghadapi lawan yang lebih berpengalaman pun menjadi pelajaran tersendiri baginya. “Jangan takut menghadapi lawan yang lebih berpengalaman. Tetap percaya diri, berusaha memberikan yang terbaik, dan jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk berkembang.”
Keberanian untuk tetap menghadapi persaingan juga terlihat dari pencapaian berikutnya. Dalam satu ajang, seorang siswa berhasil mengumpulkan sejumlah medali sekaligus, menjadikan kerja kerasnya berbuah lebih dari satu pencapaian. Delapan medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu menjadi torehan yang mengiringi langkah Ni Kadek Rania Putri, siswa kelas 9E, dalam ajang Bupati Badung Cup XI yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026. Raihan tersebut menjadi pencapaian yang mencuri perhatian, sekaligus menunjukkan hasil dari ketekunan dan keberaniannya untuk terus melangkah di dunia kompetisi. Bagi Rania, setiap pertandingan bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang tetap bertahan pada pilihan yang telah diambil. “Jangan pernah menyerah pada jalan yang telah kamu pilih.”
Dari berbagai pengalaman menghadapi kompetisi, cerita berikutnya datang dari sebuah karya yang lahir di tengah keterbatasan waktu. Bagi Rai Citra, perjuangan bahkan sudah dimulai sebelum ia memasuki ruang perlombaan. Ni Luh Rai Citra Puspita Sari, siswa kelas 9A, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karikatur di SMK Kertha Wisata Denpasar pada 13 Agustus 2026. Pencapaian tersebut diraih dalam pengalaman pertamanya mengikuti lomba karikatur, dengan waktu persiapan yang kurang dari satu minggu. “Perasaannya deg-degan karena persiapan lomba kurang dari satu minggu akibat banyak kegiatan lain. Saya juga beberapa kali mengganti sketsa dalam waktu sekitar empat hari sehingga cukup nervous saat lomba karena saingannya lumayan berat.” Selain keterbatasan waktu, Citra juga sempat menghadapi kendala terkait tema lomba yang membuatnya harus menyesuaikan kembali karyanya. “Saya sempat salah tema ketika latihan karena juknis belum bisa diunduh. Setelah berhasil diunduh, ternyata tema pada juknis dan kertas lomba berbeda sehingga saya harus mengubah gambar. Ini benar-benar pertama kalinya saya mengikuti lomba karikatur.” Sehari sebelum lomba pun persiapannya masih belum maksimal. “Sehari sebelum lomba, persiapan saya juga masih sedikit sampai dimarahi bapak karena warna belum ada, sketsa belum terlalu hafal, dan bentuk gambar belum maksimal.” Meski menghadapi berbagai kendala, Citra tetap mampu mempertahankan kepercayaan dirinya ketika perlombaan berlangsung. “Saat lomba, saya cukup percaya diri karena tema yang saya pilih sudah sesuai, meskipun masih ragu dengan warna dan selera juri. Astungkara, saya mendapatkan juara 1 dan merasa sangat senang serta terharu.” Pengalaman tersebut kemudian menjadi pesan bagi teman-teman yang mungkin menghadapi keterbatasan serupa. “Jangan biarkan waktu yang singkat menjadi penghalang untuk berjuang. Trust your process, karena hasil tidak akan mengkhianati usaha jika kalian mau berjuang. Keberanian kalian pasti akan membuahkan hasil yang manis.”
Lima pencapaian tersebut hadir melalui jalan yang berbeda-beda. Ada yang ditempuh melalui ketekunan, kerja sama, keberanian menghadapi tantangan, hingga perjuangan dalam keterbatasan. Namun, semuanya memiliki satu kesamaan: keberhasilan tidak datang tanpa proses. Dari setiap pertandingan dan kompetisi, para siswa tidak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga pengalaman dan pelajaran untuk terus berkembang. Sebab, pada akhirnya, sebuah kemenangan bukan hanya tentang apa yang berhasil diraih, tetapi juga tentang keberanian untuk tetap melangkah dan tidak menyerah pada proses yang telah dipilih.