BUDAYA BALI MENGGEMA DI SMPN 14 DENPASAR

SMP Negeri 14 Denpasar kembali menyemarakkan Bulan Bahasa Bali 2026 dengan mengusung tema Atma Kerthi : Udiana Purnaning Jiwa. Tema ini merefleksikan upaya memuliakan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai ruang pembinaan karakter, penguatan jati diri, serta sarana pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.
Kegiatan ini berlangsung pada 5–6 Februari 2026 di SMP Negeri 14 Denpasar dan diketuai oleh Ni Kadek Mita Apriyanti, S.Pd., M.Pd. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar berkat kolaborasi antara Komara–Komali Sforteen, Penerbit Pustaka Ekspresi, dan Komunitas O Prasi yang turut mendukung suksesnya pelaksanaan Bulan Bahasa Bali di lingkungan sekolah.
Beragam lomba dan kegiatan budaya digelar untuk melibatkan seluruh jenjang kelas. Siswa kelas VII mengikuti lomba Bondres dan Festival Menulis Puisi Bali Anyar, kelas VIII berpartisipasi dalam lomba Bebanyolan serta pemilihan Jegeg Bagus Sforteen, sementara siswa kelas IX menampilkan kreativitas melalui lomba Vokal Grup dan Umbul-Umbul. Selain itu, siswa kelas IX juga menggelar pameran Prasi berupa karya gambar pada lontar, serta Bazaar Buku Sastra Bali Anyar pertama di tingkat SMP di Denpasar.
Dalam ajang Jegeg Bagus Sforteen 2026, Ni Putu Febi Mertiani (8B) terpilih sebagai Jegeg Sforteen dan Made Joshua Bisma Artha (8A) sebagai Bagus Sforteen. R. Up 1 Jegeg diraih oleh Ni Made Prashanti Dewi (8A) dan R. Up 1 Bagus oleh I Dewa Gede Veno Ferdyana Putra (8D) , sedangkan R. Up 2 Jegeg diraih oleh Ni Kadek Adelia Putri (8D) dan R. Up 2 Bagus oleh Kadek Gisnu Laksamana Putra Yuda (8E).
Pada lomba Umbul-Umbul, juara pertama diraih oleh kelas 9G, disusul kelas 9D sebagai juara kedua, dan kelas 9F sebagai juara ketiga. Sementara itu, lomba Vokal Grup juga dimenangkan oleh kelas 9G sebagai juara pertama, diikuti kelas 9A sebagai juara kedua, dan kelas 9E sebagai juara ketiga.
Pada lomba Bebanyolan, juara pertama diraih oleh kelas 8G disusul kelas 8E sebagai juara kedua, dan kelas 8C sebagai juara ketiga. Sementara itu, pada lomba Bondres, juara pertama diraih oleh kelas 7F, kemudian diikuti kelas 7B di posisi kedua, serta kelas 7D di posisi ketiga.
Secara keseluruhan, Bulan Bahasa Bali 2026 menjadi lebih dari sekadar perayaan budaya. Kegiatan ini membentuk ruang belajar yang hidup, tempat siswa tidak hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap bahasa serta budaya Bali. Melalui pengalaman langsung ini, sekolah menanamkan nilai keberlanjutan budaya agar tetap relevan, dihargai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.